Keluarga ialah hal yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Ketika Anda lahir maka saat itu juga Anda telah memiliki sebuah keluarga, bahkan menjadi bagian dari keluarga itu sendiri. Setiap keluarga ini pasti memiliki impian untuk menjadi sebuah keluarga yang harmonis. Meskipun untuk mewujudkan keluarga yang harmonis memerlukan usaha yang sungguh-sungguh. Tapi, bagaimana caranya untuk membuat keluarga tersebut menjadi keluarga yang harmonis?
Keluarga dapat diaggap harmonis saat seluruh anggota merasa bahagia dan dapat menerima seluruh keadaan. Dalam keluarga harmonis juga harus diliputi suasana yang damai, menyenangkan dan nyaman.
Cara untuk mewujudkan keluarga harmonis kunci utamanya yaitu komunikasi yang baik. Meski terdengar sepele namun apabila hal ini tidak dilakukan maka akan menimbulkan masalah kecil yang bisa membesar. Sayangnya pada zaman sekarang ini komunikasi yang ideal dalam sebuah keluarga sangat sulit untuk dilakukan, padahal komunikasi adalah yang paling mudah untuk dilakukan di waktu kapan saja. Komunkasi yang dimaksud disini yaitu seperti berbincang ringan pada waktu luang. Tentu saja yang mempersulit hal ini terjadi karena faktor kesibukan dan keterbukaan. Mereka para orang tua yang sibuk juga para anak yang sulit terbuka pada orang tua. Tidak salah jika para orang tua memperjuangkan masalah status sosial serta finansial. Namun yang menjadi kesalahan ialah pembagian waktu yang kurang tepat. Terkadang mereka menjadi lupa memiliki anak dan rumah yang memerlukan perhatian dan belaian mereka. Harusnya mereka dapat membagi waktu mana untuk bekerja dan mana untuk rumah. Tidak hanya untuk orang tua tapi hal ini juga termasuk untuk sang anak saat memiliki tugas yang banyak. Mereka harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Akan menjadi masalah juga ketika sang anak yang sulit terbuka walaupun orang tua sudah tepat dalam membagi waktunya. Untuk solusi ini dapat dilakukan dengan berbicara perlahan dan secara baik-baik. Selain itu jangan selalu menyudutkan anak saat sedang berbicara tentang masalah pribadinya atau bisa kita sebut dengan curhat. Sang anak bisa jadi akan takut untuk terbuka kepada orang tua karena selalu disudutkan bila ikut berbicara. Akan lebih bermasalah lagi jika sesama orang tua yang tidak terbuka, keduanya akan merasa lebih benar. Puncaknya adalah terjadinya perpisahan. Sampai tahap ini maka jangan terlalu berharap akan keluarga yang harmonis. Agar hal itu tidak terjadi maka komunikasi harus terjaga dengan baik. Luangkan waktu untuk sekedar berbincang dengan keluarga guna menjaga kenyamanan dan kedamaian dalam keluarga. Selalu terbuka entah itu anak pada orang tua, orang tua pada anak, anak pada saudaranya atau juga sesama orang tua. Karena selain mempersulit diri juga dapat menyebabkan jarak dengan anggota keluarga yang lain.

(Ofit Ratnasari XII TKRO 3)

Leave a Comment