Belum lama ini warganet Indonesia mendapat gelar paling tak sopan se-Asia Tenggara berdasarkan survei Digital Civility Index (DCI) 2020 dari Microsoft. Tak terima dengan hal tersebut, sekelompok warganet meninggalkan komentar bernada negatif di akun instagram microsoft. Bahkan, akun instagram microsoft sampai menutup kolom komentarnya setelah warganet instagram ‘menyerbu’ mereka.
Dikutip dari https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/26/123200665/heboh-warganet-indonesia-disebut-paling-tidak-sopan-se-asia-tenggara?amp=1&page=2, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi risiko kesopanan di Indonesia yaitu tertinggi adalah hoaks dan penipuan yang naik 13 poin ke angka 47 persen, faktor ujaran kebencian yang naik 5 poin menjadi 27 persen. Selanjutnya faktor diskriminasi yang turun 2 poin menjadi 13 persen. Hal tersebut membuktikan bahawa masih banyak yang menggunakan medsos untuk hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan cenderung merusak.
Kini harus kita lakukan adalah bijak dalam bermedsos dan memulai kembali berkomentar sopan serta selau menjaga kesantunan baik di dunia maya maupun nyata. Dikutip dari https://psychology.binus.ac.id/2019/05/24/bijak-dalam-bersosial-media/ berikut yang dapat kita lakukan untuk bijak dalam bermedsos.
1. Hindari menyebarkan informasi tentang data diri (nama asli, alamat rumah, no KTP).
2. Ketahui konten yang bersifat publik dan privasi.
3. Cek kebenaran informasi sebelum menyebarkan pada orang lain.
4. Gunakan kata-kata yang sopan, atau tidak menyinggung saat memberi komentar atau mengupdate status.
5. Buat postingan dengan konten-konten edukatif yang bisa bermanfaat bagi pembaca.
6. Gunakan tagar yang sesuai dengan konten yang diunggah.
7. Ikuti akun-akun atau influencer yang bermanfaat.
8. Batasi penggunaan waktu bersosial media.

Ayo bijak bermedsos.

Setelah bijak dalam bermedos kamu bukan berarti tidak mendapatkan apa-apa lho… Di bawah ini beberapa keuntungan jika kamu bijak bermedsos.
1. Terhindar dari cyberbullying atau pengaruh negative disosial media.
2. Memperoleh sumber informasi terpercaya.
3. Sosial media sebagai langkah meniti karir (menjadi vlogger, youtuber, influencer, penulis artikel online shop, graphic designer, pengajar kelas online).
4. Menjadi agen perubahan dengan cara mengedukasi masyarakat dengan konten yang bermanfaat melalui social media dan menyebarkan kampanye yang bersifat positif.
5. Membantu menyebarkan informasi bagi orang-orang yang membutuhkan.
6. Eksis dan tetap memberi contoh yang baik bagi teman-teman.

Leave a Comment