Komatsu Group Indonesia (KGI) menggelar program “Rekognisi Program Link and Match” guna memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekolah, hingga mitra bisnis melalui mengembangan model implementasi kebijakan pemerintah mengenai Pendidikan Vokasi. Acara rekognisi yang juga dihadiri oleh oleh Ditjen Vokasi Kemendikbudristek, Senin (29/8/2022), ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru-guru, dosen, dan mitra bisnis di Plaza Inspirasi PT Komatsu Indonesia. Upaya ini juga dilakukan dalam rangka penguatan yang berkelanjutan program link and match pada pendidikan tinggi melalui program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Link and Match sendiri merupakan program yang dilakukan oleh Komatsu Group Indonesia (KGI) sejak 2017, tepat pada ulang tahun Komatsu Indonesia yang ke 35. Saat itu, Komatsu melakukan kerja sama link and match dengan 35 SMK binaan yang berada di wilayah Jawa.

Acara ini menjadi sebuah kesempatan berharga bagi pihak sekolah dan kementerian untuk berdiskusi dengan panjang lebar untuk melihat langkah-langkah penting yang dapat dilakukan setelah kegiatan ini. Jamalludin juga menyampaikan juga bahwa program Link and Match telah memperluas cakupannya ke Perguruan Tinggi, salah satunya dengan menjalankan program MBKM. Selain itu, Komatsu Group Indonesia Coorperate University juga senantiasa melakuka upaya untuk menyelaraskan aktivitas-aktivitas dilakukan pada Link and Match

Ada komitmen dan visi yang sangat kuat dari Pimpinan Komatsu Indonesia untuk membangun negeri. Hal ini patut diapresiasi karena selaras dengan nilai yang ingin ditanamkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Lebih lanjut,

Ada tiga value yang ingin dicapai oleh Kemendikbud Ristek ketika membentuk Direktorat Jenderal Vokasi pada 2020, yakni:
1. Value pendidikan Tekanan pada value ini yakni bukan hanya melatih dan memberikan skill, tetapi juga membentuk karakter warga negara Indonesia.
2. Value ekonomi Hasil dari pendidikan vokasi harus memberikan nilai ekonomi bagi para lulusannya. Oleh sebab itu, link and match menjadi agenda penting dan utama dalam pendidikan vokasi.
3. Value sosial Semua keberhasilan pendidikan dan nilai tambah ekonomi yang diperoleh para lulusan vokasi harus memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat. Melihat komitmen Komatsu dalam mendidik anak-anak SMK sampai terjun ke sekolah-sekolah, nampak upaya yang serius dalam penerapan tiga value di atas.

Komatsu Indonesia (KI) memulai program pemerintah link and match mulai tahun 2017 dengan 35 SMK yang berlokasi di Jawa. Dalam perkembangannya, cakupan Group Company diperluas pada 40 SMK. Pada Tahun 2021, KGI semakin memperluas cakupannya hingga ke luar daerah Jawa menjadi 50 SMK. Hal tersebut didasari dengan visi dan misi untuk menjadi aset yang berharga untuk bangsa. Perlu disampaikan bahwa tujuan dari Komatsu ini yakni menciptakan nilai melalui inovasi manufaktur dan teknologi untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan di mana orang, bisnis, dan planet agar berkembang bersama dan berdampingan. Program Link and Match ini yang dijalankan oleh KGI bersama Asosiasi Alat Berat Indonesia (HINABI) menginisiasi adanya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Industry Alat Berat), kemudian melakukan penyesuaian kurikulum dan melaksanakan pengajaran melalui “Komatsu Class.” Tentunya kurikulum tersebut didukung dan disesuaikan dengan fasilitas, kemampuan guru, dan materi pengajaran yang aplikatif. Pelaksanaan program link and match juga mengalami adaptasi atas kondisi pandemi melalui kelas “online.” Perusahaan terus melakukan evaluasi untuk memastikan hal hal yang perlu dilakukan perbaikan. Selain itu, KGI juga telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Manufacturing Alat Berat Indonesia (LSP IMABI) sebagai Lembaga untuk melakukan sertifikasi. Pelaksanaan ini tentu tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui Surat Perjanjian Kerja antara Komatsu dengan Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Model implementasi kebijaksanaan ini tidak akan tercapai tanpa adanya proses perbaikan yang berkelanjutan. Pemenuhan Perilaku, Keterampilan dan Pengetahuan dilakukan melalui Perlatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Komatsu Class

Setelah berjalan selama lima tahun, program link and match tersebut berdampak positif bagi banyak pihak terutama bagi perusahaan Komatsu, sekolah, para guru, dan SMK. Secara nyata, program tersebut berdampak bagi jumlah keterserapan siswa pada tahun 2020-2021 sebanyak 1.198 Siswa dari 39 SMK. Pada 2022, Komatsu melaksanakan kelas serapan adalah 270 siswa. Siswa yang telah bekerja sebanyak lima orang di antaranya mendapatkan beasiswa program Diploma 1 tahun. Maka, dapat dikatakan bahwa perusahaan mendapatkan manfaat dengan kesiapan pemenuhan karyawan.

Referensi Tambahan : https://www.kompas.com/edu/read/2022/08/29/210232571/kgi-gelar-rekognisi-program-link-and-match-perkuat-kolaborasi-dengan?page=all#page2

 

Posted by MWS

Leave a Comment